Pelajaran dari Fathiya

Sejak kelahiran putri tercintaku, selalu bangun malam adalah perkerjaan baru bagiku.

Mungkin setiap 2 jam sekali aku harus terbangun, mengganti pakaiannya yang kotor akibat buang air kecil ataupun air besar, menggendong karena dia mau pengen di gendong ( kalau kata orang mah udah bau tangan, jadinya minta gendong aja maunya sampai tertidur ).

Lah mamanya kemana ?

Mamanya kan melahirkannya melalui cesar, jadi untuk urusan gendong-menggendong pada saat ini dan mungkin sampai beberapa bulan kedepan istriku tidak bisa terlalu lama menggendongnya, hanya bisa menggendong pada saat memberikan ASI saja. Lagian kata istriku dia mah kalo ngak ada aku abis di kasi ASI mah langsung tidur, tapi kalo ada aku pastinya rewel minta di gendong sama aku sampai tertidur.

Kadang kala kalau berpikiran negatif bawaannya pengen marah dan kesel karena merasa kesenangan tidur terganggu, apalagi jika pas pulangnya malam dari kantor. Tapi Alhamdulillah aku selalu berusaha untuk berpikiran positif dan mengambil hikmahnya saja.

Umurku sekarang 28 tahun, bukankah sudah sering aku tidur puas ? kenapa sekarang tidur sehari cuma 3 sampai 4 jam harus perhitungan ? begadang 3 hari 3 malam untuk hal yang tidak penting saja aku pernah, kenapa untuk mengurus anak tidak mau ?

Ada beberapa hikmah yang menurutku dari hal diatas :

  1. Aku jadi tau dan merasakan seperti inilah yang dirasakan Ibu dan Bapakku dulu sewaktu aku masih balita.
  2. Aku jadi sering bangun malam, dan kesempatan ini ku manfaatkan untuk melakukan sholat malam dan beribadah malam.
  3. Aku tidak terlalu kaget dan kaku dalam mengurus putri pertamaku, dikarenakan dulu aku membantu Ibu dan Bapakku ketika mengurus adik kembarku. Allah memang Maha Tau, Dia mengatur strategi untukku sedari dulu agar jika pada waktunya aku tidak lagi kaget menghadapi nya.
  4. Banyak hal yang kudapatkan, seperti melatih kesabaran, melatih agar tidak egois, melatih agar tidak berpikiran negatif, dan melatih diri bagaimana cara menjadi orang tua dan imam yang baik bagi keluargaku.

Mungkin masih banyak hikmah selain hal diatas yang tidak atau bahkan belum aku rasakan.

Tapi mempunyai anak itu menyenangkan, membahagiakan, dan rasanya menakjubkan. Mungkin bagi yang belum mempunyai anak tidak mengetahui rasanya, tapi nanti setelah mempunyai anak Insya Allah seperti itulah rasanya.

Semoga aku bisa menjadi imam yang baik bagi keluargaku dan bisa menjaga titipan dari Allah agar kelak berguna bagi Agama, Orang Tua dan Negara, serta Umat Manusia.

Amin Ya Rabbal Alamin.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: