Aing Vs Jalanan

1

Sekitar 6 bulan belakangan ini jalanan merupakan momok yang menakutkan bagiku. Jalanan bagaikan “Hutan Rimba” dimana terdapat banyak mahluk-mahluk buas nan sangar lagi menakutkan (monggo di cek rute perlajanan saya). Kontainer-kontainer, Truk-truk, Mobil-mobil, Motor-motor dengan kecepatan tinggi dan kebanyakan ‘Tanpa Otak’ saling berpacu dan berlomba-lomba mencapai tujuan masing-masing tanpa memikirkan pengendara-pengendara yang lain. Belum lagi termasuk tingkah laku para pengemudi angkot yang dengan ‘seenake dewe’ berhenti sembarangan, kadang-kadang dari kecepatan tinggi tiba-tiba berhenti tanpa memberikan pertanda bagi pengendara lain, ada juga pengemudi angkot yang kasi ‘sein’ kekanan tapi malah minggir ke kiri. Salahkah cara mereka mengemudi seperti jalanan punya buapaknya sendiri tanpa memikirkan orang lain? mungkin salah, tapi mungkin juga tidak, bahkan mungkin cerita-cerita tentang pengemudiย  “Tanpa Otak” diatas hanya pembenaran dari “seorang saya” yang tidak mau disalahkan dalam hal mengemudi๐Ÿ™‚.

Dalam 6 bulan terakhir didepan mata saya sendiri telah banyak korba-korban berjatuhan yang menjadi mangsa dari “Hutan Rimba” ini. Mahluk yang bernama “Truk versus Mobil”, “Mobil versus Mobil”, “Mobil versus Motor”, “Motor versus Motor” bahkan “Mobil versus Selokan” dan “Motor versus Tembok” pernah terjadi. Entah berapa korban dari keganasan “Jalanan” dibelakang mata saya?.

Konsentrasi tinkat tinggi “mutlak” bagi saya dalam pertarungan saya versus “Jalanan”. Kadang konsentrasi dibuyarkan oleh rasa kantuk yang sangat menggoda, bahkan tidak jarang dalam perjalanan saya menuju ke kantor diselingi dengan tidur-tidur ayam sambil berkendara. Bahkan pernah sekali waktu tiba-tiba saya melintir masuk dalam gang karena tertidur, untung motor hanya gesrek tapi ngak jatoh. Yah, Alhamdulillah Allah masih menjaga saya dalam perjalanan sampai saat ini. Mungkin selain Konsentrasi tingkat tinggi hal utama yang dapat dijadikan duet dalam menghadapi “Jalanan” adalah Doa.

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู {ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุณูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู‚ู’ุฑูู†ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ู„ูŽู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูุจููˆู’ู†ูŽ} ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠู’ ุธูŽู„ูŽู…ู’ุชู ู†ูŽูู’ุณููŠู’ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠู’ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆู’ุจูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ.

Bismillaah, Alhamdulillaahi { Subhaanalladzii sakhkharalanaa hadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniina, wainnaa ilaa Rabbinaa lamunqalibuun }

โ€œDengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesung-guhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.โ€ (HR. Abu Dawud 3/34, At-Tirmidzi 5/501, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/156. )

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: