Seragam Merah Putih

Dalam perjalanan ku menuju ke kantor pagi tadi, di suatu tempat didaerah kemang bogor, mataku tertuju dan terfokus pada suatu yang sedang bergerombol mengenakan atasan putih dan bawahan merah yang dengan wajah sangat amat gembira berlari-lari kecil sambil sesekali bersenda gurau satu sama lain.
Seketika setelah melalui gerombolan itu, pikiranku serta merta membawaku dalam perjalanan menembus ruang dan waktu untuk kembali keawal tahun 1990, sampai-sampai sang kantuk yang selalu setia menemaniku pada saat itu menghilang entah kemana. Pikiranku membawaku kembali kesuatu waktu, tepatnya ketika aku sedang mengenakan atasan putih dan bawahan merah seperti gerombolan yang barusan kulewati.
Terlihat dalam perjalanan pikiranku segerombolan anak dengan atasan putih dan bawahan merah yang terbagi dalam beberapa kelompok yang sedang melakukan kegiatan bermain. Ada kelompok yang sedang berkejaran-kejaran gocek sana gocek sini, padahal tidak sedang bermain bola, yah itulah permainan yang kami sebut kejar benteng, yang ternyata aku sendiri lupa detilnya permainan itu. Lalu terlihat juga kelompok lain yang sedang bermain getah a.k.a lompat tali bahasa kerennya, dimana masing-masing individu menunjukkan kebolehan-kebolehan dengan meliuk-liukkan tubuhnya guna menyelesaikan permainan. Disisi lain terlihat suatu kelompok yang sedang asik bermain petak umpet, dan masih banyak kelompok-kelompok lain dengan aktivitas yang lain tentunya.
Kenangan selama 6 tahun itu seakan tak mau pergi dari pikiranku, dan masih terasa teramat baru kulewati, padahal kenangan 3 tahun berikutnya dan 3 tahun setelahnya yang kata orang kebanyakan adalah kenangan terindah dalam hidup, banyak sekali yang terlupakan olehku.
Mungkin kenangan 6 tahun itu tak terlupakan karena pada masa itu adalah masa penuh kepolosan, penuh kejujuran dimana aku dan teman-temanku menikmati dan menghadapi dunia ini dengan penuh senyuman dan canda tawa. Tidak ada yang namanya sandiwara karena hal tersebut mulai terkikis sedikit demi sedikit seperti 6 tahun yang aku lalui berikutnya bahkan sampai sekarang, dimana perasaan bahwa hidup amat sulit dan keras selalu datang menghantui. Aku mulai lupa apa rasanya kesenangan yang datang dari dasar hati, dan aku hampir tidak tau bagaimana caranya tersenyum dan tertawa tanpa diiringi dengan tembok-tembok pembatas yang terdapat dalam pikiranku.

Just want to say miss u all my little friend @ sdn 31 pontianak.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: